Text
Manusia ulang alik
Umar Kayam adalah sosok yang tidak pernah basi dibicarakan. Sebab, ia adalah sosok yang memancarkan cahaya dari berbagai sudut. Ia ibarat sebuah prisma. Orang bilang, Umar Kayam adalah seorang demokratis. Ya, memang. Tapi ada kalanya, Umar Kayam sangat choosy, pilih-pilih dalam pergaulan . Sebab bagaimanapun, Umar Kayam adalah seorang manusia. Jika orang ingin menemukan gambaran tentang Umar Kayam secara utuh, orang akan segera melihat sisi gemerlapnya dan sisi gelapnya. Seperti kata Ernest Ghoocy, sisi gelap itu ibarat lombre alias bayangan. Oleh karena itu, menulis biografi yang benar-benar bisa bermanfaat adalah jika di sana juga ada tinjauan kritis dari penulisnya. Dalam karangan A.N. Lufti in, tinjauan kritis dimaksud bersedia.
Strategi penulis buku ini yang menggunakan teori dasar Freud, the childhood is the father of a man sangat kena. Terutama jika orang kemudian membaca novel Para Priyayi jilid pertama. Novel yang boleh dikatakan sebuah konstruksi munculnya ambtenaarisme di Indonesia, akan lebih mudah dan lebih nikmat dikunyah karena uraian masa kecil Umar Kayam dalam buku ini. Juga, sikap dan pandangan dunianya yang mengutamakan kebersamaan, terfahami dengan jelas karena informasi masa kecil.
| P000292 | 920.598 AHM m | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain